Masa Bodoh, Apatis, dan Futur: Penyakit Umat yang Harus Disembuhkan
Masa Bodoh, Apatis, dan Futur: Penyakit Umat yang Harus Disembuhkan
Oleh: Ahmad Firdaus
Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, kita menyaksikan fenomena mengkhawatirkan di tubuh umat: banyak yang masa bodoh, semakin apatis, dan tidak sedikit yang terjatuh dalam futur. Tiga istilah ini, meskipun berbeda, menggambarkan satu hal yang sama—yaitu melemahnya kepedulian, semangat, dan ruh perjuangan dalam diri seorang muslim.
- Masa Bodoh: Menolak Peduli
Sikap masa bodoh adalah ketika seseorang mengetahui kebenaran atau masalah, tetapi sengaja mengabaikannya. Biasanya disebabkan oleh rasa kecewa, dendam, malas, atau merasa itu bukan urusannya.
Contoh: seorang warga melihat tetangganya kelaparan, namun berkata, “Itu bukan urusanku.” Atau seorang pelajar yang enggan belajar dan berkata, “Masa bodoh, toh nggak penting juga.”
Padahal Islam mengajarkan:
“Barang siapa yang tidak peduli terhadap urusan kaum muslimin, maka ia bukan bagian dari mereka.” (HR. Thabrani)
- Apatis: Mati Rasa terhadap Masalah Umat
Apatis lebih dalam daripada masa bodoh. Apatis adalah kondisi kehilangan empati total, tidak ada gairah terhadap kebenaran, sosial, bahkan terhadap diri sendiri. Ini sering terjadi karena tekanan hidup, trauma, atau kekecewaan yang berkepanjangan.
Contoh: Seorang pemuda tidak peduli kampungnya tergenang banjir, tidak peduli soal pemilu, dan tidak peduli ibadah.
Apatis adalah penyakit berbahaya. Ia menutup pintu dakwah dan mematikan ruh perubahan.
- Futur: Ketika Semangat Ibadah Menurun
Futur adalah istilah Islam yang menggambarkan turunnya semangat dalam amal shalih setelah sebelumnya rajin dan aktif. Ini sering terjadi pada para aktivis dakwah, santri, dan orang-orang yang dulu taat, tapi kini jauh dari ibadah.
Contoh: Dulu rajin qiyamul lail, sekarang sulit bangun subuh. Dulu giat berdakwah, sekarang sibuk dengan dunia.
“Sesungguhnya iman itu bisa bertambah dan berkurang.” (HR. Hakim)
Dan Ibnu Qayyim menyebut futur sebagai “musuh utama para pejuang agama.”
Penutup
Tiga penyakit ini tidak boleh dibiarkan. Umat harus dibangkitkan kembali dengan:
Menguatkan hati dan ruhiyah.
Menyadarkan bahwa kepedulian adalah bagian dari iman.
Meneguhkan kembali semangat dakwah, ilmu, dan ibadah.
Karena diamnya orang baik adalah pintu kemenangan bagi keburukan.
Dan masa bodohnya muslim adalah hancurnya umat secara perlahan.
Sumber: Ikadi Bulukumba Sulsel

