KhutbahTech

Masjid Berdaya dan Berdampak Wujudkan Umat Sejahtera

Oleh Dr. Triono, M.IP
Direktur INKOL INISIATIF | Ketua IKADI Kota Bandarlampung

Paradigma masjid yang seringkali hanya dipandang sebagai tempat untuk shalat, pengajian, dan kegiatan keagamaan seremonial semata kiranya perlu dirubah. Sebab, peran masjid seharusnya jauh lebih besar dari itu. Ketika sebuah masjid mampu berdaya dan berdampak bagi umat, ia tidak hanya menjadi pusat ibadah saja, tetapi juga menjadi pusat peradaban yang mampu mensejahterakan umat dan masyarakat. Masjid adalah rumah Allah yang tidak hanya sebagai tempat dan sarana ibadah saja melainkan juga sebagai tempat membangun peradaban umat mulai dari ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan ukhuwwah Islamiyah. Masjid memiliki peran sentral yang lebih dari sekadar tempat ibadah. Sejarah telah mencatat bahwa masjid dimasa Rasulullah ﷺ berfungsi sebagai pusat peradaban, mulai dari pusat pemerintahan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi. Transformasi ini menjadikan masjid berdaya dan berdampak signifikan bagi kesejahteraan umat.

Dalam konteks sosial, masjid memberikan cukup besar peranannya dalam memberikan tata nilai berkumpul bersama insan lainnya dalam kehidupan berkeluarga, bertetangga, bermasyarakat berbangsa dan bernegara serta kehidupan menyeluruh, bukan hanya di dunia saja tapi juga untuk bekal kehidupan akherat kelak. Memakmurkan masjid dan keberlangsungan syiar masjid menjadi titik tolak yang penting dan perlu ditingkatkan oleh pengurus dan jamaah masjid. Peran serta pengurus dan partisipasi dari semua jamaah serta warga lingkungan sekitar untuk ikut andil dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan dan syiar masjid menjadi kunci utama dalam proses pemberdayaan masjid untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat.

Masjid saat ini mengalami pergeseran fungsi yang menarik, tidak lagi hanya menjadi tempat ibadah ritual, tapi juga berperan sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi yang memberdayakan masyarakat. Fenomena ini semakin menguat seiring dengan tuntutan zaman yang kompleks dan menunjukkan bahwa masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat peradaban yang holistik, tidak hanya berfokus pada ibadah ritual, tapi juga menjadi solusi bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Masjid Berdaya dan Berdampak

Gerakan “Masjid Berdaya dan Berdampak” (MADADA) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia bertujuan untuk merevitalisasi peran dan fungsi masjid yang tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, tetapi keberadaan masjid diharapkan bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi umat dan masyarakat sekitar. Masjid yang berdaya adalah masjid yang keluar dari “kotak” ibadah ritual semata. Ia adalah masjid yang aktif, responsif, dan inovatif dalam menjawab tantangan umat. Masjid yang berdampak adalah yang mampu membuat jamaahnya tidak hanya lebih dekat dengan Allah semata, tetapi juga lebih mandiri, berilmu, dan peduli terhadap sesama. Melalui cara ini masjid diharapkan dapat kembali menjadi simbol peradaban Islam yang maju dan mensejahterakan umat sebagaimana dicontohkan di zaman Nabi dan para khulafaur rasyidin.

Masjid perlu hadir sebagai jawaban atas dinamika keluh kesah umat dalam semua lini kehidupan untuk kemudian memberikan solusi melalui program-program yang rill dan terasa manfaatnya. Menghadirkan peran masjid yang berdaya dan berdampak adalah kewajiban kita bersama, dengan senantiasa berorientasi menjadikan masjid-masjid di Indonesia untuk terus mentransformasi dirinya menjadi pusat peradaban yang berorientasi pada pemberdayaan dan kesejahteraan umat. Masjid harus menjadi simpul kebersamaan dan persatuan umat, sumber ilmu dan referensi ilmiah, dan menjadi motor penggerak kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

Melalui gerakan MADADA, diharapkan masjid dapat kembali menjadi pusat peradaban yang tidak hanya makmur secara spiritual, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pendidikan, kesejahteraan sosial, dan ekonomi umat. Masjid adalah tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat, dari yang kaya hingga yang miskin, dari yang tua hingga yang muda, dari berbagai latar belakang, pertemuan ini akan menciptakan ruang untuk berinteraksi, berdiskusi, dan menyelesaikan masalah bersama.

Bagaimana Memulai Gerakan ini?

Masjid Berdaya dan Berdampak ini tentu akan lahir dari proses harmonisasi dan komitmen bersama dari pengurus dan jamaah serta warga sekitar. Paradigma gerakan ini tentu perlu disosialisasikan secara masif kepada jamaah bahwa peran dan fungsi masjid tidak hanya sekadar tempat ibadah saja melainkan juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan pendidikan yang memberdayakan masyarakat. Beberapa langkah awal yang dapat dilakukan oleh masjid antara lain: Pertama, Membangun visi dan komitmen bersama; Kedua,Identifikasi kebutuhan umat; Ketiga, Merancang program pemberdayaan yang tepat; Keempat, Membangun kerjasama dan kemitraan; Kelima, Melakukan pengelolaan yang profesional dan transparan. Kerjasama dan membangun kemitraan dengan pihak luar menjadi bagian yang penting dalam mewujudkan Masjid Berdaya dan Berdampak. Masjid perlu berkolaborasi dengan lembaga amil zakat, pemerintah daerah, instansi pemerintah maupun pihak swasta, perguruan tinggi, sekolah, ormas, dan media massa dalam menjalankan program-program keummatan sehingga melalui pola kemitraan dan jejaring kerjasama ini banyak kegiatan yang bisa dikolaborasikan dan dipublikasikan ke publik, pesan dan tujuan yang ingin disampaikan ke masyarakat pun menjadi tercapai.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara bertahap dan konsisten masjid diharapkan terus berupaya bertransformasi menjadi pusat umat yang hidup, bermanfaat, dan menjadi motor penggerak kesejahteraan umat dan warga sekitarnya. Dengan memaksimalkan potensi masjid yang ada secara maksimal masjid dapat menjadi jantung peradaban Islam yang terus berdetak, membawa manfaat besar bagi kesejahteraan lahir dan batin umat, masjid akan kembali menjadi simbol kekuatan umat, baik dalam aspek spiritual maupun kehidupan sosial.

Sekarang adalah waktunya untuk mengubah narasi. Mari bersama kita gerakkan masjid-masjid di lingkungan tempat tinggal kita agar menjadi Masjid Berdaya dan Berdampak, menjadikan setiap sudutnya sebagai pusat pemberdayaan. Bukan hanya untuk memperkaya spiritual kita saja, tetapi juga untuk mengangkat kesejahteraan umat. Bayangkan jika masjid di lingkungan tempat tinggal kita hidup dan bernafas keummatan: (1) Masjid yang menjadi pusat pendidikan, membekali anak-anak kita dengan ilmu pengetahuan, moral, dan keterampilan hidup. (2) Masjid yang menjadi pusat ekonomi, memfasilitasi pelatihan kewirausahaan dan membantu umat membangun usaha mandiri, menciptakan lapangan kerja, dan mengentaskan kemiskinan. (3) Masjid yang menjadi pusat sosial, menyediakan bantuan bagi mereka yang membutuhkan, menggalang solidaritas, dan menjadi tempat berlindung bagi yang terpinggirkan.

Ini bukan sekadar mimpi, ini adalah panggilan untuk bertindak bersama. Setiap dari kita memiliki peran, sekecil apa pun itu. Mungkin Anda seorang pejabat yang bisa membuat kebijakan, seorang pengusaha yang bisa berbagi ilmu dan dana, seorang pendidik yang bisa mengajar, atau seorang relawan yang bisa meluangkan waktu. Mari kita bersatu, jadikan masjid kita sebagai kekuatan pendorong perubahan sosial untuk kesejahteraan umat. Gerakan ini bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk anak cucu kita, untuk masa depan yang lebih baik. Mari kita wujudkan masjid yang bukan hanya indah bangunannya, tetapi juga kaya manfaatnya. Bersama, kita bisa menjadikan masjid-masjid kita sebagai sumber keberdayaan, melahirkan umat yang sejahtera, mandiri, dan bermartabat. Mari beraksi sekarang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest