Profil

Latar Belakang  

Dalam era globalisasi dakwah dihadapkan kepada  kondisi dan situasi yang sangat komplek. Merebaknya berbagai kemungkaran dan kemaksiatan, jika tidak diimbangi dengan dakwah Islam yang Rahmatan lil’alamin akan berakibat semakin memudarnya nilai-nilai kebaikan ditengah-tengah kehidupan. Sepanjang perjalanan sejarah umat manusia, kejahatan tidak pernah padam bila tidak diimbangi dengan dakwah yang sistematis. Dakwah yang dilakukan berdasarkan pemahaman yang mendalam (bashirah),  dilakukan secara bersama-sama (jama’i), dengan metodologi (manhaj) yang jelas dan benar dan  sikap ber-Islam yang moderat telah mampu merubah tatanan dunia baru yang lebih berkeadilan dan berperadaban. Sedang dakwah yang dilakukan tanpa perencanaan yang baik dan dilakukan secara individual tidak akan mampu memperbaiki keterpurukan umat dari kompleksitas globalisasi dunia .

Dengan bergulirnya kesadaran baru ditengah-tengah masyarakat Indonesia akan pentingnya Islam dijadikan solusi kehidupan, diperlukan banyak tenaga yang berhimpun dalam suatu wadah dengan visi dan misi yang sama untuk mensosialisaikan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi kehidupan mereka. Hal ini penting dilakukan agar ajaran Islam diterima secara benar oleh masyarakat Indonesia dan mampu menjadi pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara.

Berangkat dari kesadaran tersebut, pada hari Jum’at,  tanggal 1 Jumadil Ula 1423 Hijriah bertepatan dengan tanggal 12 Juli  2002 Masehi bertempat di Jakarta, didirikan sebuah organisasi kemasyarakatan Islam dengan nama ”Ikatan Da’i Indonesia” yang disingkat ”IKADI”  yang akan menjadi wahana para da’i dan umat Islam untuk melakukan kerja bersama memperbaiki kondisi umat dari keterpurukan dan menyebarkan Islam yang lurus (hanif) moderat (wasathi) nan rahmatan lilalamin di segala bidang.

Visi, Misi , Tujuan, Dan Kegiatan

Visi IKADI

Menjadi Ormas perekat umat dan bangsa melalui dakwah Islam rahmatan lil’alamin dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Misi IKADI 

  1. Menumbuhkembangkan anggota Ikadi yang berwawasan kebangsaan dan kebhinekaan dan dakwah yang berkarakter Islam wasathiyah, berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah.
  2. Menampilkan konsep Islam sebagai  solusi bagi permasalahan umat dan bangsa yang berbasis kebhinekaan.
  3. Mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional yang meningkatkan keimanan, ketaqwaan, akhlak mulia dan mencerdaskan kehidupan umat dan bangsa
  4. Menjadikan Ikadi sebagai ormas besar perekat umat dan bangsa bersama ormas lainnya

Tujuan IKADI

  1. Membangun pemahaman Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah sesuai manhaj Ahli Sunnah wal Jamaah bagi segenap umat manusia.
  2. Membangun sikap hidup ber-Islam yang Moderat.
  3. Menyebarkan, mengamalkan dan membela nilai-nilai Islam Rahmatan lil’alamin.
  4. Meningkatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan  ukhuwah basyariyah.
  5. Meningkatkan kemampuan dan peran anggota IKADI dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.

Kegiatan IKADI

  1. Meningkatkan silaturahim, ta’awun (kerja sama) dan ukhuwah Islamiyah dalam berdakwah.
  2. Mensosialisasikan sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
  3. Melakukan sertifikasi bagi para da’i anggota IKADI agar memiliki wawasan kebangsaan dan keumatan dalam menebarkan ajaran Islam yang moderat (wasathiyah) dan rahmatan lil’alamin secara berkala dan berkesinambungan.
  4. Melakukan kegiatan organisasi di berbagai bidang kehidupan yang meliputi Sosial, Budaya, Pendidikan, Ekonomi dan Kemasyarakatan.
  5. Melakukan upaya kerjasama lintas sektoral dengan berbagai komponen bangsa dan negara serta kerjasama antar organisasi baik di dalam maupun di luar negeri.
  6. Bersama-sama dengan Pemerintah dan berbagai elemen bangsa lainnya, turut memelihara kerukunan umat beragama dan perdamaian dunia sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonseia Tahun 1945

Makna Lambang

Warna hijau melambangkan kesejukkan dan kedamaian.

Warna kuning keemasan melambangkan kejayaan Islam.

Gambar bintang segi delapan melambangkan cita-cita.

Lima garis bintang  melambangkan rukun Islam yang menjadi sibghah / warna perilaku.

Separuh lingkaran elips melambangkan ukhuwah Islamiyah.

Makna lambang secara keseluruhan adalah menegakkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamin dalam seluruh kehidupan berlandaskan pada kebenaran, persaudaraan dan persatuan menuju kejayaan umat dan bangsa.

Sifat dan Ciri Keorganisasian

  1. IKADI adalah Organisasi Kemasyarakatan Islam, yang bersifat Kemanusiaan (Insaniyyah)  yang diwujudkan dalam bentuk persaudaraan (ukhuwwah) dan silaturrahim dalam membina dan menebarkan Islam Rahmatan Lil’alamin serta mengembangkan saling mengenal (ta’aruf), saling berukhuwah (ta’akhi), saling tolong menolong (ta’awun), dan saling ber-Wasiat (tawashy) di jalan kebenaran, guna memperkukuh kesatuan dan persatuan bangsa serta mengangkat harkat dan martabat umat manusia
  2. IKADI adalah organisasi berciri Keterbukaan (Infitahiyah) dalam keanggotaan, dan menampung aspirasi, partisipasi, dan prakarsa anggota, serta bersikap aktif dan responsif dalam mensikapi dinamika kehidupan umat.
  3. IKADI adalah organisasi berciri  Moderat (Wasathiyah) yang dicerminkan dalam  keluwesan  pemikiran dan pemahaman,  sikap toleran (tasamuh) dalam  penyelenggaraan kegiatan dan program organisasi secara bersama (amal jamai), serta mandiri dengan bertumpu pada kemampuan sumber daya sendiri dalam mencapai misi dan tujuan IKADI.
  4. IKADI adalah organisasi berciri Kebangsaan (Wathaniyah) yang diimplementasikan pada pengembangan wawasan kebangsaan, nasionalisme dan kebersamaan, untuk menumbuhkan sikap kekeluargaan anggota  serta berpartisipasi aktif dalam mempertahnkan dan menegakkan prinsip bernegara NKRI.

Pin It on Pinterest