Urgensi Update Ilmu dan Amalan Umat
Urgensi Update Ilmu dan Amalan Umat
Oleh: Ahmad Firdaus
Di era digital, hampir setiap minggu ponsel kita minta update. Aplikasi yang tidak diperbarui akan bermasalah, lemot, bahkan rawan dibobol. Anehnya, banyak Muslim rajin update gadget, tapi lupa update ilmu agama dan amal ibadahnya.
Ilmu yang Tak Di-update
Masih ada yang beranggapan bahwa bunga bank bukan riba, hanya karena dulu guru mengajarnya demikian. Padahal fatwa ulama kontemporer sudah menjelaskan bahayanya. Karena tidak pernah ikut kajian, ia terus bertransaksi tanpa rasa bersalah.
Inilah bahaya ilmu yang mandek: merasa benar padahal keliru. Tidak heran, Nabi ﷺ mengingatkan:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari-Muslim).
Amal yang Tak Di-update
Banyak yang shalat sejak kecil, tapi kualitasnya tetap begitu saja: terburu-buru, tanpa kekhusyukan. Shalatnya tidak mencegah maksiat karena tidak pernah diperbaiki.
Ada pula yang rutin bersedekah, tetapi makin kaya justru makin pelit, sebab niat dan ketulusannya tidak diperbarui.
Amal ibadah tanpa update hanyalah rutinitas kosong. Allah hanya menerima yang terbaik, bukan yang sekadar dikerjakan.
Dakwah yang Tak Di-update
Sebagian da’i masih berdakwah dengan cara lama: monoton, keras, dan kurang menyentuh kebutuhan umat. Anak muda lebih betah di TikTok daripada di masjid, karena merasa bahasa dakwah jauh dari dunia mereka.
Padahal, Al-Qur’an memerintahkan:
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…” (QS. An-Nahl: 125).
Dakwah butuh hikmah, bahasa segar, serta pendekatan kontekstual agar Islam tetap relevan sepanjang zaman.
Hidup Butuh Update
Orang yang update HP tapi tidak update ilmu: canggih duniawi, tapi bodoh ukhrawi.
Orang yang update bisnis tapi tidak update amal: sukses dunia, tapi bangkrut akhirat.
Orang yang update gaya hidup tapi tidak update dakwah: ikut tren, tapi kehilangan iman.
Maka update ilmu dan amal bukan pilihan, tapi kebutuhan. Allah berfirman:
“Dan katakanlah: ‘Ya Rabb, tambahkanlah kepadaku ilmu’.” (QS. Thaha: 114).
Penutup
Ilmu yang di-update melahirkan amal yang berkualitas. Amal yang di-update menjaga ilmu tetap hidup. Dakwah yang di-update membuat Islam tetap dekat dengan umat.
Jangan biarkan hidup kita hanya sibuk update gadget, sementara hati, ilmu, dan amal ketinggalan zaman.
Sumber: Ikadi Bulukumba Sulsel

